Cerita Rakyat Jepang I dibuat tanggal 12 November 2015
Cerita Rakyat Jepang: Wanita Salju
Alkisah di sebuah desa, tinggalah dua orang pemuda
bernama Mosaku dan Minokichi. Mosaku adalah seorang pria yang saat ini berumur
36 tahun dan Minokichi adalah pemuda yang baru berumur 18 tahun. Kedua pemuda
ini bekerja menebang pohon di kaki gunung dan kemudian menjualnya kembali untuk
menyambung hidup.
Setiap harinya Minokichi dan Mosaku selalu pergi
bersama-sama mendaki gunung untuk mencari kayu. Untuk bisa mencapai gunung,
mereka harus melalui sebuah sungai yang besar. Beruntung bahwa dipinggir sungai
ada seorang tukang kapal yang biasanya membantu orang untuk menyebrang sungai,
maka dari itu setiap harinya mereka berdua selalu menggunakan jasa si tukang
kapal ketika hendak pergi dan turun gunung.
Pada suatu hari yang dingin turunlah salju. Pada
hari itupun sejak pagi hari Minokichi dan Mosaku tetap pergi ke gunung untuk
mengambil kayu di hutan. Ketika langit kemudian menjadi semakin gelap, mereka
berdua kemudian memutuskan untuk menghentikan pekerjaan mereka dan bergegas
pulang ke rumah.
Mereka berdua dengan cepat berjalan menuruni gunung
ditengah badai salju yang semakin lama semakin kencang. Karena begitu lebatnya
salju yang turun, dengan cepat seluruh permukaan tanah telah seluruhnya
tertutupi oleh salju. Ketika mereka berdua telah mencapai tepian sungai, mereka
begitu kaget karena tidak mendapati kapal yang biasanya ada di tepian sungai.
Mereka berdua kemudian berinisiatif untuk mencari si
tukang kapal di gubuk dekat sungai. Mereka bergegas menuju gubuk tersebut,
namun sayang bahwa mereka tidak mendapati si tukang kapal berada disana. Mereka
berdua berpikir bahwa si tukang kapal menghentikan pekerjaannya setelah melihat
kondisi cuaca yang semakin lama semakin memburuk.
Ditengah badai salju yang semakin kencang, kondisi
udara yang semakin dingin, mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya
mereka berdua tidak punya pilihan lain selain menunggu esok hari untuk pulang.
Mereka berdua kemudian bermalam di gubuk tersebut. Gubuk tersebut sangatlah
kecil, tidak memiliki jendela, dan hanya mempunyai satu pintu masuk.
Pada saat itu, Mosaku dengan cepat langsung
terlelap. Akan tetapi Minokichi pada saat itu tidak bisa tertidur sama sekali.
Udara semakin lama semakin bertambah dingin. Minokichi yang saat itu tidak bisa
tidur menjadi menggigil kedinginan dan merasa ketakutan. Namun karena kemudian
merasa kelelahan, Minokichi pun akhirnya tertidur. Entah berapa lama tertidur
saat itu, tiba-tiba saja Minokichi terbangun. Ketika terbangun dan merasakan
kedinginan, Minokichi melihat bahwa pintu di gubuk telah terbuka dan angin
meniup salju masuk ke dalam gubuk.
Minokichi hanya bergumam saja saat itu. Siapakah
yang sudah membuka pintu gubuk tersebut. Ketika mengalihkan pandangannya ke
sekeliling gubuk, Minokichi yang tetap berbaring saat itu melihat bahwa ada
seseorang yang mengenakan kimono putih dan berambut panjang berada diatas tubuh
Mosaku. Melihat keadaan saat itu Minokichi ingin bersuara dan menanyakan apa
yang sedang diperbuat oleh wanita tersebut. Namun seolah-olah kekuatan mistis
dari sang wanita tersebut, tubuh Minokichi tidak dapat digerakkan sama sekali
dan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
Dengan perlahan-lahan “Wanita Salju” tersebut
mendekatkan wajahnya ke wajah Mosaku. Kemudian “Wanita Salju” tersebut menghembuskan
nafas dan keluarlah semacam awan putih yang kemudian menutupi seluruh wajah
Mosaku. Tak lama kemudian dari dalam mulut “Wanita Salju” tersebut keluar
semacam benang mirip sarang laba-laba. Pada saat itu pula tiba-tiba saja cahaya
berkilauan keluar dari tubuh Mosaku.
Wanita Salju
“Wanita Salju” tersebut meninggalkan Mosaku dan
kemudian mendekati Minokichi. Bermaksud untuk melakukan hal yang sama, wanita
tersebut kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Minokichi. Mendapat perlakuan
seperti itu, Minokichi ingin berteriak kencang. Namun kondisi dirinya tidak
bisa bergerak ataupun mengeluarkan suara sedikitpun.
Minokichi yang merasa sangat ketakutan karena wanita
tersebut memandang wajah Minokichi dalam waktu yang cukup lama. Sampai akhirnya
wanita cantik bermata dingin tersebut berucap bahwa Minokichi masih terlalu
muda. “Wanita Salju” itu kemudian mengurungkan niatnya dan berpesan kepada
Minokichi supaya jangan menceritakan kepada siapapun kejadian yang sudah
dilihatnya malam. Jika sampai Minokichi menceritakan kejadian malam itu, dia
nantinya akan langsung mati. Wanita itu kemudian meninggalkan Minokichi dan
pergi menghilang.
Sesaat setelah wanita itu menghilang, tubuh
Minokichi kembali dapat digerakkan. Minokichi bangkit untuk mengejar wanita
tersebut. Namun dia tak melihat siapa-siapa diluar. Minokichi pun menutup pintu
dan kembali tidur karena berpikir bahwa kejadian itu mungkin hanyalah mimpi
atau khayalan.
Keesokan paginya tukang kapal menghampiri gubuk
tempat Mosaku dan Minokichi berada. Tukang kapal berusaha membangunkan Mosaku
dan Minokichi pada saat itu. Minokichi segera terbangun saat itu. Namun sayang,
Mosaku sudah meninggal. Pada saat itu Minokichi langsung teringat akan kejadian
semalam. Namun karena ancaman dari “Wanita Salju” membuatnya mengurungkan niat
menceritakan hal ini kepada si tukang kapal.
Semenjak kejadian itu Minokichi tidak bekerja dalam
waktu yang lama. Selang kira-kira sebulan dan kembali sehat Minokichi kembali
melakukan rutinitas seperti biasa. Namun kematian Mosaku membuat Minokichi kini
hanya seorang diri mengerjakan pekerjaan menebang kayu di gunung.
Tahun demi tahun telah berlalu, ingatan akan “Wanita Salju” semakin lama semakin hilang dari pikirannya. Hingga pada suatu hari di musim salju setelah pulang menebang kayu, Minokichi melihat seorang gadis berjalan pulang seorang diri. Melihat hal itu Minokichi mendekati wanita tersebut dan mengajaknya berkenalan. Wanita tersebut bernama Oyuki (FYI: Yuki dalam bahasa Jepang berarti salju).
Singkat cerita hubungan Minokichi dan Oyuki semakin
akrab. Minokichi jatuh cinta kepada Oyuki yang pada saat itu masih sangat muda
dan sangat cantik. Hingga mereka pun akhirnya menikah. Setelah menikah mereka
pun hidup bahagia bersama.
8 tahun berlalu semenjak Oyuki dan Minokichi
menikah. Selama waktu itu pula, mereka telah dikaruniai 10 orang anak. Dan
semakin lama anak-anak Oyuki dan Minokichi bertumbuh semakin besar. Minokichi
pun semakin lama terlihat semakin tua. Namun berbeda dengan Oyuki yang setiap
tahun wajahnya tidak pernah berubah dan tetap cantik. Hingga penduduk sekitar
mengatakan bahwa kecantikan Oyuki adalah sebuah keajaiban.
Pada suatu malam dimusim dingin, disaat anak-anak
sudah lelap tertidur, Minokichi dan Oyuki pun duduk berdua di dekat perapian.
Oyuki yang mengenakan kimono putih saat itu tiba-tiba saja mengingatkan
Minokichi akan kejadian pada saat dirinya berumur 18 tahun. Mereka berdua pun
terlibat dalam sebuah percakapan.
“Melihat wajahmu yang cantik dan juga memiliki kulit
yang putih mengingatkanku akan kejadian saat aku berumur 18 tahun. Aku berjumpa
dengan seorang wanita yang benar-benar mirip sekali denganmu.” begitu ucap
Minokichi.
Oyuki yang saat itu sedang menjahit tiba-tiba saja
menjadi marah dan murka kepada Minokichi seolah-olah cemburu. Dengan nada yang
keras ia menanyakan siapakah wanita yang dimaksudkan oleh Minokichi tersebut.
“Ceritakan kepada saya siapakah wanita tersebut?
Dimana kalian bertemu?” jawab Oyuki dengan suara keras.
Minokichi yang mendengar hal itu menjadi agak
ketakutan dan kemudian menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya di gubuk
bersama Mosaku pada saat itu.
“Ketika itu saya melihat seorang wanita cantik
berkulit putih dan cantik seperti dirimu. Namun wanita tersebut sangatlah
menakutkan. Saya sendiri tidak yakin itu mimpi atau bukan, tetapi wajahnya
mirip sekali denganmu” cerita Minokichi saat itu.
Mendengar cerita dari Minokichi, seketika itu pula
wajah Oyuki kemudian berubah menjadi “Wanita Salju” yang menakutkan.
“Wanita
itu adalah saya…. saya…” teriak Oyuki dengan nada yang sangat menakutkan.
Minokichi langsung kaget dan kemudian menjadi sangat ketakutan. Melihat wajah Oyuki yang berubah menjadi menyeramkan membuat Minokichi tidak bisa bergerak ataupun berkata-kata, sama seperti waktu itu.
“Saya sudah pernah bilang bahwa kamu tidak boleh
menceritakan hal ini kepada siapapun. Kalau kamu menceritakannya, maka pada
saat itu pula kamu akan mati.” ucap Oyuki yang sudah menjelma menjadi Wanita
Salju.
“Saya ingin sekali membunuhmu.. Akan tetapi… Kita
sudah memiliki anak, jadi saya tidak bisa melakukan ini. Karena itu, saya harus
pergi. Sampai jumpa dan tolong jaga anak-anak kita…” ucap wanita salju lagi.
Seketika itu pula tubuh wanita salju itu
perlahan-lahan menghilang. Kemudian muncul semacam awan putih dan cahaya
berkilauan yang kemudian menghilang ke atas langit.
Melihat hal itu Minokichi pun berteriak dan
memanggil nama Oyuki dengan sangat keras. Minokichi segera berlari keluar rumah
dan terus memanggil-manggil nama Oyuki. Pada saat itu pula tiba-tiba saja turun
salju lebat. Minokichi menyesal dan terus menerus memanggil nama Oyuki ditengah
salju. Terlambat sudah… Oyuki sudah meninggal dan tidak pernah kembali…”
Ada pesan moral yang bisa saya ambil dari cerita
ini, yaitu bahwa ‘ketika kamu sudah berjanji kepada seseorang mengenai hal apapun
itu, tepatilah janji tersebut. Termasuk janji untuk menjaga rahasia seseorang.
Jagalah baik-baik dan simpan rahasia tersebut hanya untuk dirimu saja. Karena
kita tidak akan pernah tau bahwa rahasia itu mungkin akan berdampak buruk bagi
orang lain.”

Komentar
Posting Komentar