Ulasan (Review) Novel MAMAMO (Sara Tee: 2012)
MAMAMO
Judul : Mamamo
Tahun Terbit : September 2012
Penulis : Sara Tee
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama
Tebal : 224 Halaman
Harga : Rp 38.000,00
Gara-gara Freya, boneka monyet Nerisa tersangkut di pohon.
Saat Nerisa menangis, Freya malah menyuruhnya memanjat dan mengambil Momo
sendiri. Tapi Nerisa, yang tak bisa memanjat, akhirnya jatuh dari pohon dan
kakinya patah.
Sebelum pergi berobat keluar negeri, Nerisa menitipkan Momo
pada Freya, sahabatnya itu. Dia bilang dia akan kembali untuk mengambil Momo.
Bertahun-tahun kemudian, Nerisa memang kembali. Namun,
kakinya pincang. Banyak orang mengolok-olok dan menatapnya dengan iba. Wajah
cantik tapi kaki tidak sempurna. Bahkan Billy, pria yang sangat di cintainya,
memutuskan hubungan karena kaki nerisa yang pincang.
Akhinya Nerisa kembali ke Indonesia karena Nerisa merindukan
Freya dan dia juga satu sekolah dengan Freya. Tapi Freya cuek dengan Nerisa
karena kejadian tujuh tahun yang lalu. Nerisa dengan sabar menghadapi
sikap Freya yang cuek. dan akhirnya Freya dan Nerisa baikan setelah
mengalami kejadian malam-malam Freya di hajar sampai babak belur dan nerisa
menolongnya
Nerisa terus menerus bersabar mendekati Freya, ia ingin
kembali bersahabat dan merajut tali persahabatan yang sudah putus
bertahun-tahun lamanya. Ia menerima semua perlakuan tidak menyenangkan dari
Freya. Namu pada akhirnya Freya pun lulu, dan membuka hatinya kembali untuk
Nerisa. Terjalinlah kembali persahabatan antara kedua gadis remaja yang sempat
putus.
Saat kenaikan kelas, sekolah mengadakan outbond di Puncak.
Freya termasuk anak yang malas dan tidak terlalu menonjol di sekolah. sehingga
ia enggan mengikuti outbond tersebut. Namun karena bujukan dari Nerisa,
akhirnya ia menurut.
Ternyata Nerisa menyimpan dendam terhadap Freya. Dan pada
saat libur di puncak Nerisa dengan sengaja menjatuhkan Freya dalam jurang.
Satelah Freya sembuh Nerisa merasa bersalah terhadap Freya dan Freya juga
memaafkan Nerisa.
Freya pun memberikan boneka monyet atau si Momo kepada
Nerisa. Boneka monyet bewarna coklat itu pun kebali pada mama nya yang datang
jauh-jauh dari Singapura.
Kelebihan dari novel Mamamo
Novel
ini mempunyai kelebihan tentang pentingnya arti persahabatan dan kebersamaan
dalam pertemanan dan novel ini membuat penasaran dengan lanjutan kisahnya.
Bahasa yang komunikatif namun elegan membuat terhibur membaca novel ini dangan
halaman buku yang tidak terlalu tebal dan novel ini tidak menjenuhkan karena
tiap babnya terdapat kejutan. Harganya murah, jadi tunggu apa lagi?
Silahkan beli di jamin tidak rugi.
Kekurangan dari novel Mamamo
Novel ini mempunyai kekurangan di lihat dari sampul terdapat
tulisan “sebuah novel persahabatan, cinta dan dendam.” Tapi pada dasarnya novel
ini sangat sedikit tentang percintaan yang tak berujung dengan bahagia.
Komentar-komentar orang dari novel
Mamamo
Jujur, awalnya saya tidak tertarik dengan novel ini karena
judulnya yang agak aneh tapi saat membaca sinopsis di belakangnya, sepertinya
menarik karena tentang dendam dan persahabatan. Pesan moralnya dapat dan banyak
hal yang bisa kita pelajari dari novel ini.
Saya mengernyit ketika membaca sinopsis dan judulnya.
Mamamo Mama Momo? Kok kayaknya konfliknya bakal kekanak-kanakan banget,
rebutan boneka doang. Tapi ternyata bagus. Saya meminjanya di perpustakaan SMAN
3 Tangsel. Silakan membaca.
Komentar saya dari novel Mamamo
Baik,
karena ceritanya tidak mudah di tebak. Jadi, bisa membuat penasaran untuk
membacanya. Banyak hal-hal tidak terduga seperti Nerisa ternyata masih
menyimpan dendam kepada Freya karena telah membuat kakinya pincang dan cacat,
itu membuatnya berjalan seperti bebek. Padahal saya kira kebaikan Nerisa tulus
untuk Freya.

Komentar
Posting Komentar